Distributor Pintu Hermetic Harga Murah Terbaik dan Terlengkap

Cara kerja Pintu Hermetic mayoritas Pintu Hermetic memakai sensor pendeteksi gerakan atau sensor optik, yang dipasang di sisi pintu, untuk merangsang pembukaan / penutupan pintu. Banyak orang ingin percaya bahwa Pintu Hermetic ialah penemuan dunia modern, tetapi barangkali mengejutkan Anda memahami bahwa Pintu Hermetic sudah ada selama nyaris setengah abad.

Seiring berjalannya waktu, pintu-pintu ini menjadi lebih modern secara teknologi, namun idenya sudah ada lumayan lama. Semua Pintu Hermetic, terlepas dari jenis atau desainnya, terdiri dari sensor yang menolong memicu pendahuluan atau penutupan pintu saat diperlukan. Mari anda lihat sekian banyak  macam teknik kerja automatic door pada sensor yang dipakai di Pintu Hermetic:

Cara Kerja Pintu Hermetic

Pressure sensors

Pada 1960-an, ‘tikar’ dipakai sebagai sensor guna mendeteksi pendekatan pejalan kaki. Tikar ini bakal mendeteksi evolusi berat / desakan pada lokasi spesifik tanah di depan dan belakang gerbang. Jika berat yang dialami wilayah tertentu lebih dari batas yang ditentukan (‘batas pemicu’ diputuskan lebih rendah dari berat insan rata-rata), maka pintu bakal terbuka.

Keuntungan memakai sistem semacam ini ialah pintu tetap terbuka sekitar ada desakan pada keset, atau dengan kata lain, andai ada orang yang berdiri / berjalan di sekitar pintu. Ini tidak melulu membuatnya gampang untuk masuk / terbit dengan cepat, tetapi pun mencegah pintu dari ‘mendekati’ seseorang.

Deteksi Gerak atau Optical Sensors

Namun, belakangan ini, mayoritas Pintu Hermetic memakai sensor pendeteksi gerakan atau sensor optik, yang dipasang di sisi pintu, untuk merangsang pembukaan / penutupan pintu. Sensor-sensor ini, cocok namanya, mendeteksi atau ‘mencari’ gerakan di depan gerbang. Dalam sensor-sensor ini, gerakan dideteksi oleh sinar microwave (10,5 GHz) yang didapatkan oleh antena yang dipasang pada header pintu dan lazimnya menunjuk ke arah bawah dan ke luar. Sensor-sensor ini lumayan efektif, namun mempunyai satu kekurangan utama: mereka melulu dapat mendeteksi gerakan. Karena itu, seseorang yang berdiri diam atau berjalan paling lambat (seperti orang yang lanjut usia) barangkali tidak terdeteksi, yang dapat mengakibatkan kecelakaan.

Sensor inframerah (Infrared sensors)

Sensor eksklusif ini memakai teknologi inframerah untuk merangsang pembukaan / penutupan pintu. Sensor-sensor ini mendeteksi evolusi suhu di lokasi sekitar pintu, jadi saat seseorang mendekati pintu, tanda panas mereka terdeteksi oleh sensor, yang mengakibatkan pintu-pintu terbuka. Perhatikan bahwa sensor ini bekerja secara tepat guna sendiri, namun sensor yang bertolak belakang sering dipakai dalam sekian banyak ┬ákombinasi dalam satu sistem untuk menangkal hal urusan tak terduga. Sebagai contoh, sensor gerak mengerjakan tugasnya merangsang mekanisme pendahuluan segera sesudah mereka menikmati atau ‘melihat’ gerakan di depan pintu.

Namun, bila pribadi bergerak terlampau lambat atau berdiri diam di sekitar pintu, sensor desakan mendeteksi berat pribadi dan menangkal pintu menutup sampai beratnya berkurang, yaitu, orang itu bergerak menjauh atau melalui pintu.

Bagaimana Sebenarnya Cara Kerja Pintu Hermetic Terbuka?

Setelah sensor mendeteksi eksistensi seseorang, Pintu Hermetic bekerja guna benar-benar membuka / memblokir pintu. Sensor terhubung ke drive drive elektronik, yang melekat pada panel pintu melewati drive ekstra atau roda gigi. Drive tolong dihubungkan oleh sabuk karet yang menata gerakan membuka dan memblokir pintu. Di unsur bawah pintu-pintu ini ialah rol yang memungkinkan pintu guna meluncur dengan lancar. Pintu Hermetic paling nyaman dan lumayan aman akhir-akhir ini, tetapi pekerjaan selalu dilaksanakan untuk mengejar desain yang lebih baik dan lebih cerdas.KONTAK KAMI

Phone : 0812 8802 5058

Whatsapp : 0812 130 68188

Email : [email protected]

Website : autodoor.co.id

 

 

 

Leave a Comment